Kamis, 08 Oktober 2009

wisata pantai soka

Pantai Soka sudah dikenal sejak lama, karena dilewati oleh jalan raya Denpasar-Gilimanuk. Keadaan pemandangannya sangat indah, dibagian barat dibatasi oleh perbukitan bersambung menjadi satu dengan GunungBatukaru di sebelah Utara. Di bagian Timur terlihat Gunung Agung dan Gunung Batukaru dan di sebelah Selatan adalah Samudra Indonesia dimana samar-samar di kejauhan terlihat Blambangan (Banyuwangi) di pulau Jawa. Sawah-sawah dan kebun kelapa yang subur menambah indahnya pemandangan di sini. Lebih lagi pada sore hari ketika matahari terbenam, di atas Pura Luhur Serinjong tidak ubahnya seperti di Tanah Lot.

Selain keindahan alamnya, Pantai Soka juga memendam seribu satu keajaiban alam dengan dongeng-dongeng purbakala. Di sana terdapat sebuah batu karang dikelilingi pasir dan air laut, berukuran lebih kurang 3 m, disebut "Payuk Kebo Iwa." Payuk berarti periuk, jadi itu adalah Periuk milik Kebo Iwo. Di sebelah Baratnya, disamping Pura Luhur Serijong, terdapat batu karang yang persis seperti dapur penduduk asli, berukuran lebih kurang 1 x 20 m. Disanalah Kebo Iwa memasak dengan mempergunakan periuknya tersebut.

Dilihat dari mata awam, hal ini sangat masuk akal. Periuk yang besar dan Kebo Iwo yang konon menurut legenda adalah seorang pemuda Bali dengan ukuran tubuh yang tinggi besar, tegap dan sakti. Pura Luhur Serijong, dibangun hampir bersamaan dengan Pura Rambut Siwi di Jembrana dan Pura Tanah Lot, yakni pada abad ke XVI Masehi oleh Pedanda Bawu Rauh, serta mempunyai status yang sama.

Lokasi

Pantai Soka terletak di desa Antap, Kecamatan Selemadeg. Jarak tempuh dari Denpasar 45 Km dan dari Gilimanuk 84 Km, dilewati oleh jalan utama Jawa-Bali. Kendaraan yang lewat di sini sangat padat dari pagi sampai malam hari. Di sebelah Timur pantai Soka ini terdapat sebuah goa di tebing batu karang, disebut goa Bulung Daya ditempati banyak burung walet. Di bagian sebelah Barat terbentang kebun kelapa sepanjang pantai, di sini sudah ada sebuah penginapan "Balian Beach Bungalow" dan sungai (Tukad) Balian adalah tempat "Rufting" terbaik di Bali.

Fasilitas

Di pantai tersedia tempat parkir dan beberapa warung tempat makan-minum untuk melepaskan lelah. Pada hari raya dan bulan penuh (Purnama) pantai ini dipadati oleh pengunjung dan oleh umat Hindu yang sedang melaksanakan upacara keagamaan. Bagi yang senang memancing ke laut, dapat bergabung dengan nelayan setempat, memakai perahu tradisional yang memakai mesin tempel atau layar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar