Rabu, 07 Oktober 2009

jaringan komputer 2

Komponen Jaringan
Agar suatu jaringan LAN atau Workgroup dapat terbentuk, selain harus memiliki
komputer Server dan Workstation, juga diperlukan perangkat keras lain yang
mendukung jaringan tersebut.
Selain hardware, sistem operasi harus diinstal agar jaringan dapat berfungsi dengan
baik. Sistem operasi yang ada antara lain Windows Server 200, Windows Server
2003, dsb. Untuk lebih jelasnya, akan dijabarkan lebih rinci di bawah ini.
Keperluan Pembuatan Jaringan
Untuk membuat suatu sistem jaringan diperlukan beberapa peralatan antara lain
sebagai berikut:
Sebuah komputer file-server atau yang lebih dikenal dengan server, sebagai
pusat data.
Komputer sebagai tempat kerja atau yang disebut dengan workstation. Jumlah
dari workstation bervariasi, muulai dari satu hingga ratusan.
NIC (Network Interface Card)
Wireless LAN
HUB atau Switch
Switch Wireless
Kabel UTP
Kabel Telepon
Connector RJ45 dan RJ11
VDSL Converter
UPS jika diperlukan
Peralatan jaringan tersebut merupakan kebutuhan standar untuk membuat sebuah
jaringan. Apabila jaringan ingin ditingkatkan harus dilakukan penambahan beberapa
peralatan sebagai berikut:
Repeater
Bridge
Router
Gateway
Komputer Server
Server adalah sistem komputer yang berjalan terus menerus di jaringan dengan
tugas untuk melayani komputer lain (workstation) dalam jaringan. Banyak server
yang memegang peranan tersebut, akan tetapi ada pula yang digunakan secara
bersama untuk tujuan lain (misalnya sebagai workstation juga).
Secara fisik, server hampir serupa dengan lomputer pada umumnya, meski
konfigurasi hardware lebih sering dioptimisasi untuk memenuhi peranannya sebagai
server. Perbedaan antar server dan komputer pada umumnya lebih terletak pada
software yang digunakan.
Gambar 2.2. Komputer Server
Server juga secara sering menjadi host dalam mengontrol hardware yang akan dishare
pada workstation seperti printer (print server) dan sistem file (file server).
Proses sharing baik untuk kontrol akses dan keamanan, serta dapat mengurangi cost
untuk duplikasi hardware (penggunaan hardware dapat optimal).
Beberapa istilah yang berhubungan dengan server adalah sebagai berikut:
Mail Server
Mail Server memiliki istilah teknis yaitu Mail Transfer Agent (MTA). Mail server
adalah suatu aplikasi pada server yang bekerja menerima email datang dari user
lokal dan meneruskannya ke user pada domain lain, atau sebaliknya. Penjelasan
lebih lanjut dari Mail Server ini akan dijelaskan pada bagian selanjutnya dari
modul ini.
Streaming Media Server
Streaming media adalah media yang digunakan untuk menyebarkan
(menyampaikan) sesuatu untuk dikonsumsi (dibaca, dilihat, atau didengarkan).
Penyampaiannya menggunakan jaringan. Contoh dari streaming adalah radio dan
film (televisi).
Contohnya user dapat meminta video atau suara. Akan tetapi user tidak
mempunyai kontrol penuh terhadap dan hanya terjadi komunikasi satu arah,
yang dikenal dengan Video on Demand.
Untuk situs yang berisikan aplikasi streaming dibutuhkan suatu server streaming
untuk memproses layanan tersebut. Contoh dari aplikasi Streaming Server
adalah VLC dan Darwin Server.
Aplikasi streaming biasanya memiliki ekstensi *.tar.gz dan *.exe untuk
diinstalasi. Masing-masing didukung oleh sistem operasi terentu. Aplikasi
streaming *.tar.gz didukung oleh sistem operasi FreeBSD 5.2, Fedore 10.0, dan
Red Hat, dalam proses instalasi. Sementara itu, sistem operasi Windows 2000
dan Windows XP mendukung instalasi aplikasi streaming berekstensi *.exe.
Web Server
Ada dua buah pengertian mengenai web server, sebagai berikut:
Sebuah komputer yang bertanggung jawab untuk menerima request HTTP
dari clients dan menyediakan Web Pages serta objek-objek yang berkaitan
dengannya.
Sebuah program komputer yang berfungsi seperti yang telah dijelaskan pada
point pertama.
FTP Server
Penjelasan lebih lanjut dari FTP Server ini akan dijelaskan pada bagian
selanjutnya dari modul ini.
Proxy Server
Penjelasan lebih lanjut dari Proxy Server ini akan dijelaskan pada bagian
selanjutnya dari modul ini.
Database Server
Sebuah database server adalah program komputer yang menyediakan layanan
basis data untuk program komputer atau komputer lain. Basis data kadang
diperlukan untuk sebuah aplikasi client-server. DBMS (Database Management
System) sering menyediakan jasa basis data pada model client-server untuk
akses basis data.
Saat ini, banyak vendor-vendor yang menyediakan jasa pembuatan server khusus
yang dapat memenuhi kebutuhan user dan mudah dalam dalam perawatan serta
penambahan hardware baru. Vendor-vendor tersebut antara lain adalah sebagai
berikut:
ACER
DELL
EXTRON
HP
IBM
Komponen Jaringan
Di bawah ini akan dijelaskan lebih rinci beberapa komponen jaringan yang telah
disebutkan di atas.
Network Interface Card (NIC)
NIC adalah kartu jaringanyang berupa papan elektronik yang akan dipasang pada
setiap komputer yang terhubung pada jaringan. Saat ini, banyak sekali jenis
kartu jaringan. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu diketahui dari kartu
jaringan seperti tipe kartu, jenis protokol dan tipe kabel yang didukungnya.
Gambar 2.3. Network Interface Card
Dengan perkembangan PC dan mainboard, maka tipe solt dan expansion slot pun
bermacam-macam. Akan tetapi pada modul ini cukup dibahas mengenai ISA dan
PCI. Ketika membeli komputer (khususnya komputer rakitan), tidak semua slot
terisi. Slot yang kosong dapat digunakan untuk melakukan pemasangan kartu
tambahan (mis: kartu suara, modem internal, atau kartu jaringan). Untuk
membedakan slot ISA dan PCI tidak begitu sulit. Jika casing komputer dibuka,
slot ISA biasanya berwarna hitam, sedangkan PCI berwarna putih. Untuk slot
yang bewarna coklat umumnya adalah slot AGP.
Untuk protokol jaringan, ada beberapa protokol untuk sebuah kartu jaringan
seperti Ethernet, Fast Ethernet, Token Ring, FDDI, dan ATM. Jenis Ethernet atau
Fast Ethernet sering digunakan.
10Base2
10Base2 dikenal dengan thin ethernet karena menggunakan kabel koaksial
jenis thin atau disebut dengan cheapernet. 10Base2 menggunakan topologi
bus1.
Gambar 2.4. Ethernet 10Base2
10Base5
10Base5 dikenal dengan thick ethernet karena menggunakan kabel koaksial
jenis thick. Topologi yang digunakan juga sama dengan 10Base2, yakni
topologi bus.
Gambar 2.5. Ethernet 10Base5
10BaseF
10BaseF menggunakan serat optik. 10BaseF jarang digunakan karena biaya
yang mahal dan pemasangannya yang sulit. Biasanya, jenis ini digunakan
untuk penghubung (link) antarsegmen. Hal ini disebabkan kemampuan
1 Topologi bus akan dijelaskan pada bagian selanjutnya
jaraknya yang dapat mencapai hingga 200 meter. Spesifikasi dari 10BaseF
identik dengan 10BaseT.
Gambar 2.6. Ethernet 10BaseF
100BaseT
100BaseT disebut sebagai fast ethernet atau 100BaseX. Ethernet ini memiliki
kecepatan 100Mbps. Ada beberapa tipe 100BaseT berdasarkan kabel yang
digunakan.
�� 100BaseT4 memakai kabel UTP kategori 3, 4, atau 5. Kabel yang
digunakan ada 4 buah
�� 100BaseTX, memakai kabel UTP kategori 5 dan kabel yang dipakai hanya
dua pasang
�� 100BaseFX, menggunakan kabel serat optik
Pada 100BaseT yang menggunakan kabel koaksial, maksimum total panjang
kabel yang menggunakan hub Class II yaitu 205 meter dengan 100 meter
panjang segmen dan 5 meter adalah panjang kabel untuk menghubungkan
hub ke hub. Sementara itu untuk 100BaseFX dengan menggunakan 2
repeater bisa mencapai 412 meter, dan panjang dengan serat optik dapat
mencapai 2000 meter.
100VG-AnyLAN
100VG-AnyLAN bukan ethernet murni karena metode akses medianya
berdasarkan demand priority. 100VG-AnyLAN bisa digunakan dengan sistem
frame ethernet atau frame token ring.
Kabel yang digunakan adalah UTP kategori 3 atau 5. TIdak seperti ethernet
biasa yang menggunakan kabel UTP panjang maksimum segmennta 100
meter, pada 100VG-AnyLAN jika yang dipakai adalah UTP kategori 5 maka
panjang maksimum segmennya bisa sampai 150 meter, sedangkan yang
memakai kabel serat optik panjang maksimum segmennya 2000 meter.
Hub
Hub adalah suatu perangkat yang memiliki banyak port. Hub akan
menghubungkan beberapa node (komputer) sehingga akan membentuk suatu
jaringan dengan topologi star2. Pada jaringan yang umum, sebuah port akan
menghubungkan hub dengan komputer Server. Sementara itu port yang lain
digunakan untuk menghubungkan hub dengan node-node.
Gambar 2.7. Hub
2 Topologi star akan dijelaskan pada bagian selanjutnya
Penggunaan hub dapat dikembangkan dengan mengaitkan suatu hub ke hub
lainnya. Sedangkan dari segi pengelolaannya, HUB dibagi menjadi dua jenis,
sebagai berikut:
Hub manageable
Hub jenis ini bisa dikelola dengan software yang ada di bawahnya.
Hub non-managable
Hub jenis ini pengelolaannya dilakukan secara manual.
Hub hanya memungkinkan user untuk berbagi jalur yang sama. Pada jaringan
tersebut, tiap user hanya akan mendapatkan kecepatan dari bandwith yang ada.
Misalkan jaringan yang digunakan adalah Ethernet 10 Mbps dan pada jaringan
tersebut tersambung 10 unit komputer. Jika semua komputer tersambung ke
jaringan secara bersamaan, maka bandwith yang dapat digunakan oleh masingmasing
user rata-rata adalah 1 Mbps.
Repeater
Repeater hampir sama seperti Hub. Repeater menggunakan topologi bus, yang
bekerja memperkuat sinyal agar lalu lintas data dari workstation (client) ke
server atau sebaliknya lebih cepat jika jaraknya semakin jauh. Dengan repeater
ini, jaringan dan sinyal akan semakin kuat, apalagi jika kabel yang digunakan
adalah jenis koaksial.
Gambar 2.8. Repeater
Bridge (jembatan)
Bridge, sesuai dengan namanya, berfungsi menghubungkan beberapa jaringan
yang terpisah, untuk jaringan yang sama maupun berbeda. Bridge memetakan
alamat jaringan dan hanya memperbolehkan lalu lintas data yang diperlukan.
Ketika menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan sumber.
Jika segmennya sama, maka paket akan ditolak. Bridge juga dapat mencegah
pesan rusak agar tidak menyebar keluar dari suatu segmen.
Switch
Switch dikenal juga dengan istilah LAN switch merupakan perluasan dari bridge.
Ada dua buah arsitektur switch, sebagai berikut:
Cut through
Kelebihan dari arsitektur switch ini terletak pada kecepatan, karena pada saat
sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum
diteruskan ke segmen tujuannya.
Store and forward
Switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum
meneruskannya k etujuan dan untuknya memerlukan waktu.
Keuntungan menggunakan switch adalah karena setiap segmen jaringan memiliki
bandwith 10 Mbps penuh, tidak terbagi seperti pada hub.
Gambar 2.9. Switch
VDSL
Very high-bit-rate Digital Subscriber Line port merupakan alat yang berguna
sebagai converter dari label UTP ke kabel telepon. VDSL biasanya digunakan
untuk menghubungkan jaringan LAN yang jaraknya kurang dari 500 meter.
Untuk menggunakannya harus sepasang, satu dipasang di Switch atau Hub yang
berhubungan dengan server. Sedangkan yang satu lagi, dipasang di Switch atau
Hub yang berhubungan dengan client.
Wireless
Ada bermacam-macam merk dan jenis dari wireless. Beberapa notebook sudah
memasang wireless secara otomatis. Untuk memanfaatkan wireless yang sudah
ada di komputer atau memasang sebagai kartu jaringan, user harus memiliki Hub
atau Switch yang ada fasilitas wirelessnya.
Router
Cara kerja router mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya, router adalah
penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan
menggunakan protokol tertentu. Router bukanlah perangkat fisikal, melainkan
logikal. Misalnya sebuah IP router dapat membagi jaringan menjadi beberapa
subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP adress tertentu yang
dapat mengalir dari suatu segmen ke segmen lainnya.
Kabel jaringan
Kabel jaringan yang biasanya digunakan untuk suatu jaringan antara lain adalah
UTP (unshielded twisted pair), koaksial, dan serat optik. Sesuai dengan
perkembangan Hub, penggunaan kabel UTP lebih sering dipilih. Hal ini
dikarenakan harganya yang tidak mahal dan kemampuannya yang dapat
diandalkan.
Twisted Pair Cable (UTP)
Ada dua buah jenis kabel UTP yakni shielded dan unshielded. Shielded adalah
kabel yang memiliki selubung pembungkus. Sedangkan unshielded tidak
memiliki selubung pembungkus. Untuk koneksinya digunakan konektor RJ11
atau RJ-45.
Gambar 2.10. Konektor RJ-45
UTP cocok untuk jaringan dengan skala dari kecil hingga besar. Dengan
menggunakan UTP, jaringan disusun berdasarkan topologi star dengan hub
sebagai pusatnya. Kabel ini umumnya lebih reliable dibandingkan dengan
kabel koaksial. Hal ini dikarenakan Hub memiliki kemampuan dara error
correction yang akan meningkatkan kecepatan transmisi.
Ada beberapa kategori dari kabel UTP. Yang paling baik adalah kategori 5.
Ada dua jenis kabel, yakni straight-through dan crossed. Kabel Straightthrough
dipakai untuk menghubungkan komputer ke Hub, komputer ke
Switch atau Switch ke Switch. Sedangkan kabel crossed digunakan untuk
menghubungkan Hub ke Hub atau Router ke Router. Untuk kabel kategori 5,
ada 8 buah kabel kecil di dalamnya yang masing-masing memiliki kode
warna. Akan tetapi hanya kabel 1,2,3,6. Walaupun demikian, ke delapan
kabel tersebut semuanya terhubung dengan jack.
Untuk kabel straight-through, kabel 1, 2, 3, dan 6 pada suatu ujung juga di
kabel 1,2,3, dan 6 pada ujung lainnya. Sedangkan untuk kabel crossed, ujung
yang satu adalah kebalikan dari ujung yang lain ( 1 menjadi 3 dan 2 menjadi
6).
Gambar 2.11. Kabel UTP
Kabel koaksial
Media ini paling banyak digunakan sebagai media LAN, meski lebih mahal dan
lebih sukar dibanding dengan UTP. Kabel ini memiliki bandwith yang lebar,
oleh karena itu dapat digunakan untuk komunikasi broadband. Ada dua buah
jenis kabel koaksial, sebagai berikut:
a. Thick Coaxial
Kabel jenis ini digunakan untuk kabel pada instalasi Ethernet antar
gedung. Kabel ini dapat menjangkau jarak 500 m bahkan sampai 2500 m
dengan memasang repeater.
b. Thin Coaxial
Kabel jenis ini cocok untuk jaringan rumah atau kantor. Kabel ini mirip
seperti kabel antenna TV, harganya tidak mahal, dan mudah dipasangnya.
Untuk memasangnya, kabel ini menggunakan konektor BNC. Pada
jaringan jenis ini, untuk melakukan sambungan ke masing-masing
komputer menggunakan konektor T.
Serat Optik
Jaringan yang menggunakan F/O biasanya digunakan pada perusahaan besar.
Hal ini disebabkan karena mahal dan pemasangannya sulit. Akan tetapi,
jaringan dengan media ini memiliki kehandalan yang sangat baik dan
kecepatan yang sangat tinggi ( sekitar 100 Mbps). Keunggulan lainnya adalah
bebas dari gangguan lingkungan. Pembahasan mengenai serat optik ini akan
dibahas secara lebih rinci pada bagian selanjutnya.
Kabel Telepon
Kabel telepon adalah media yang digunakan untuk LAN beberapa tahun
terakhir. Kabel ini biasanya digunakan untuk menghubungkan jaringan antar
gedung. Kabel telepon yang digunakan untuk diluar gedung ini biasanya
dilengkapi dengan 3 kawat, dimana 2 kawat digunakan untuk penghubung
data, sementara yang satu lagi digunakan untuk mencegah agar kawat-kawat
tidak putus jika dibentang. Konektor untuk kabel telepon adalah RJ-11
Pemilihan Kabel
Pada bagian sebelumnya, telah disinggung mengenai beberapa jenis kabel jaringan.
Pada bagian ini akan dibahas cara memilih jenis kabel.
Biasanya, kabel yang sudah tertanam tidak akan diangkat atau dipindahkan selain
dalam keadaan terpaksa. Oleh karena itu, perlu dilakukan sebuah perencanaan
untuk menentukan jenis kabel yang akan digunakan. Suatu kendala akan terjadi,
jika terjadi kesalahan dalam pemilihan kabel.
Apabila akan membangun suatu jaringan, tentukan jenis dan kualitas kabel yang
baik sehingga dapat membuat jaringan berjalan dengan baik hingga 10 tahun atau
lebih. Selain jenis, masalah kecepatan dan jarak akses data perlu diperhitungkan.
Di bawah ini adalah beberapa jenis kabel jaringan, kecepatan, jarak, dan konektor
yang digunakan.
Tabel 2.1 : Kabel Jaringan berdasarkan kecepetan, jarak, dan konektor
Tipe Kecepatan Jarak Konektor
UTP
Kategori 5
10 Mbps ± 300 kaki RJ45
Kabel koaksial 10 Mbps ± 2500 kaki BNC Connector
Kabel Telepon Konverter RJ11
Wireless lebih dari 10 Mbps Tergantung jenis dan
merek
Serat Optik 100 Mbps ± 3 mil ST (spring loaded
twist)
Topologi Jaringan
Setelah kita mengetahui komponen untuk membangun sebuah jaringan, maka
langkah selanjutnya adalah merancang jaringan sesuai yang kita perlukan. Apakah
jaringan yang akan kita bangun akan berbentuk garis lurus (bus), bintang (star),
lingkaran (ring), dan sebagainya. Hal tersebut dinamakan dengan topologi jaringan.
Secara fisik, topologi jaringan dapat berupa topologi bus, ring, star ataupun
campuran.
Topologi Bus
Jaringan dengan topologi ini disebut juga dengan linear bus karena dihubungkan
hanya melalui satu kabel yang linier. Kabel yang umum digunakan adalah kabel
koaksial. Pada awal dan akhir kabel digunakan terminator.
Contoh: Jaringan yang menggunakan kartu penghubung jaringan ethernet 10Base2
Gambar 2.12. Topologi Bus
Topologi Star
Jaringan dengan teknologi ini berbentuk seperti bintang. Hubungan antar node
diperantari dengan menggunakan hub atau concentrator. Tiap node dihubungkan
dengan kabel ke hub.
Contoh: Jaringan yang memakai ethernet 10BaseT, membangun jaringan dengan
menggunakan manageable switch.
Gambar 2.13. Topologi Star
Topologi Ring
Pada topologi ini setiap node saling berhubungan dengan node lainnya sehingga
membentuk ring.
Contoh: Jaringan yang menggunakan FDDL
Gambar 2.14. Topologi Ring
Topologi Tree
Topologi tree ini merupakan gabungan dari kombinasi tiga topologi yang ada.
Beberapa pihak juga menyebut dengan topologi mesh.
Gambar 2.15. Topologi Tree
Topologi Logik
Secara logik, jaringan dibedakan atas bagaimana data dilewatkan melalui jaringan.
Ada dua buah topologi logik, yakni:
Bus
Sistem ini menggunakan metode broadcast ke jaringan untuk komunikasi data
dari node ke node. Tiap node akan menerima broadcast ini dan aakn diabaikan
jika memang bukan tujuannya.
Ring
Sistem ini menggunakan metode token-passing dimana data yang dikirim akan
berputar dari node ke node sampai node tujuan ditemukan.
Pemilihan Topologi
Pada saat pemilihan topologi jaringan, cukup banyak pertimbangan yang harus
diambil tergantung pada kebutuhan. Faktor-faktor yang perlu mendapatkan
pertimbangan antara lain adalah sebagai berikut:
Biaya, sistem apa yang paling efisien yang dibutuhkan organisasi
Kecepatan, sejauh mana kecepatan yang dibutuhkan oleh sistem
Lingkungan, mis: listrik, adakah faktor lingkungan yang berpengaruh
Ukuran (skalabilitas), berapa besar ukuran jaringan. Apakah jaringan
memerlukan file server atau sejumlah server khusus.
Konektivitas, apakah pemakai yang lain perlu mengakses jaringan dari berbagai
lokasi.
Tabel di bawah ini menunjukkan keuntungan dan kerugian dari masing-masing
topologi.
Tabel 2.2 : Keuntungan dan Kerugian Topologi Jaringan
Topologi Keuntungan Kerugian
BUS Hemat Kabel
Layout kabel sederhana
Mudah dikembangkan
Tidak butuh kendali pusat
Mudah untuk menambah maupun
mengurangi terminal
Deteksi dan isolasi kesalahan sangat
kecil.
Kepadatan lalu lintas tinggi.
Keamanan data kurang terjamin
Kecepatan akan menurun bila pemakai
bertambah
Diperlukan repeater untuk jarak jauh.
RING Hemat kabel
Dapat melayani lalu lintas datayang
padat
Peka kesalahan
Pengembangan jaringan lebih kaku.
Kerusakan pada termina dapat
melumpuhkan kerja seluruh jaringan
Lambat, karena pengiriman menunggu
giliran token
STAR Fleksibel karena pemasangan kabel
mudah
Penambahan atau pengurangan
terminal mudah
Kontrol terpusat sehingga
Boros kabel
Kontrol terpusat (Hub) jadi elemen
kritis.
Topologi Keuntungan Kerugian
memudahkan deteksi dan isolasi
kesalahan dalam pengelolaan jaringan
Perangkat Lunak
Operasi sistem yang digunakan dalam jaringan bermacam-macam. Yang paling
populer adalah Linux dan Microsoft Windows. Dalam modul ini, perangkat lunak yang
digunakan lebih dititiberatkan kepada Microsoft Windows.
Jika ingin membuat sebuah jaringan Workgroup, dapat menggunakan sistem operasi
Windows 95, Windows 98, atau Windows ME. Untuk lebih baiknya, direkomendasikan
untuk menggunakan sistem operasi Windows XP atau Windows 2000 Server. Untuk
sistem operasi server. Lebih baik lagi jika menggunakan Microsoft Windows Server
2003. Dengan sistem operasi tersebut, seseorang telah dapat merancang jaringan
LAN.
Ada beberapa fitur yang harus dimiliki sebuah sistem operasi untuk server, sebagai
berikut:
Realtime
Artinya adalah sistem operasi harus mendukung aplikasi yang realtime.
Security
Artinya adalah sistem operasi harus memiliki fitur keamanan untuk mencegah
penyerangan atau penyalahgunaan pihak luar.
Reliabilitas
Artinya adalah sistem operasi harus dapat beroperasi 24 jam sehari 7 hari
seminggu 365 hari setahun tanpa gangguan.
Skalabilitas
Artinya adalah, jika diperlukan penambahan kemampuan maka sistem operasi
harus mampu melakukan upgrade hardware seperti prosesor, memori, hard disk.
Meski Microsoft Windows unggul dalam GUI (grafis), akan tetapi ada beberpa
kelemahan sistem operasi server ini, antara lain sebagai berikut:
Implementasi untuk sistem keamanan masih sangat rendah, sehingga rentan
terkena serangan dari luar
Lisensi Microsoft sangat mahal dan akan bertambah mahal jika ada penambahan
node.
API Windows selalu bertambah di setiap versinya, setiap ada perubahan pada
API-nya menyebabkan beberapa aplikasi tidak berjalan.
Sedangkan Linux memiliki beberapa kelebihan untuk dijadikan sistem operasi server,
antara lain sebagai berikut:
Linux memiliki lisensi gratis
Dukungan vendor aplikasi terhadap linux semakin meningkat
Linux bersifat portabel, dapat berjalan di semua platform komputasi yang ada
Linux relatif lebih aman dan stabil karena didukung adanya komunitas open
source untuk hal ini.
Perancangan LAN
Contoh dalam merancang sebuah LAN, diambil dari Jaringan UI Terpadu (JUITA)
Gambar 2.16. Contoh Rancangan LAN
Seperti dapat terlihat pada gambar sebelumnya, jaringan JUITA menggunakan
beberapa topologi jaringan. Sebagai backbone (jaringan utama), dibangun pada
FDDI Ring 100Mbps. Untuk menghubungkan ke client, ada mesin ES/1 yang
digunakan untuk router. Kondisi di lapangan tidak memungkinkan semua mesin ES/1
terhubung langsung ke FDDI Ring. Untuk itu mesin ES/1 yang tidak terhubung
dengan backbone menggunakan mesin ES/1 lainnya untuk melakukan
penghubungan ke backbone.
Dari masing-masing mesin ES/1 kemudian dihubungkan dengan menerapkan
topologi star ke masing-masing gedung. Sementara itu sambungan masing-masing
topologi star ini menggunakan topologi linear bus.
Dengan memanfaatkan kabel FiberOptik sebagai sarana koneksi, dari mesin ES/1
ditarik beberapa buah kabel. Dari kabel-kabel tersebut, ada yang berfungsi untuk
kabel utama, namun ada juga yang digunakan untuk kabel cadangan. Kabel-kabel
tersebut kemudian dihubungkan ke hub utama (menggunakan converter serat
optik). Dari hub utama, untuk menghubungkan dengan gedung lain (yang melewati
outdoor space), digunakanlah kabel serat optik. Jadi hubungan dari mesin ES/1 ke
hub ke gedung lain melalui adapter di main hub. Jika masih ada gedung lain, maka
digunakan serat optik dengan sumber koneksi dari gedung terdekat.
Dari masing-masing Hub utama, dihubungkan dengan hub lainnya menggunakan
topologi star. Alasan utama dalam pemilihan serat optik untuk ruangan luar adalah
untuk mengurangi akibat dari serangan petir. Hal ini dikarenakan wilayah UI Depok
sangatlah rawan terhadap serangan petir.
Dari contoh di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa dalam membuat
perancangan jaringan LAN (mis: diagram jalur pengkabelan), harus disesuaikan
dengan beberapa faktor seperti kondisi fisik user (perusahaan) seperti lokasi user
dalam lingkungan kerja dan kondisi ruangan perusahaan.
Persiapan
Persiapan yang dimaksudkan di sini adalah menyiapkan dan menyediakan semua hal
yang dibutuhkan untuk instalasi, termasuk pengaturan ruangan untuk komputer
client dan penempatannya.
Prosedur Instalasi
Persiapan yang baik meliputi dua buah prosedur, sebagai berikut:
Konstruksi
Elektris
Beberapa peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan pemasangan jaringan adalah
sebagai berikut:
Obeng belimbing dan obeng minus
Obeng belimbing bermagnet
Test pen
Tang pemotong
Pinset
Tang penjepit (clipper atau crampper)
Solder listrik + timah jika diperlukan
Multi tester
Kapas bertangkai (cotton bud)
Tester untuk mengetahui konetisitas kabel UTP jika ada.
Kabel yang belum dipasang (baik dengan konektor maupun tidak) akan lebih baik
jika telah diberi label sebelumnya. Hal ini akan memudahkan orang yang masih
awam terhadap jaringan untuk memilih kabel sendiri dengan tepat jika dibutuhkan.
Selain itu, pelabelan dapat mempercepat pemilihan kabel dalam jumlah yang besar
(tidak perlu repot meneliti satu per satu).
Sebelum dilakukan instalasi perlu dibuat sebuah jadwal pekerjaan yang baik agar
proses instalasi berjalan dengan lancar. Jadwal tersebut secara sekuensial (urut)
meliputi hal-hal berikut:
Membuat desain jaringan di atas kertas sesuai dengan kondisi nyata di lapangan
Melakukan pembongkaran dan pembenahan infrastruktur lapangan,
Melakukan pemasangan peralatan jaringan secara menyeluruh
Melakukan konfigurasi peralatan jaringan secara menyeluruh
Menguji konektivitas semua node dalam jaringan
Tim Instalasi
Tim instalasi adalah orang-orang yang terlibat dalam melaksanakan instalasi suatu
jaringan LAN. Orang-orang ini hendaknya bukanlah orang-orang sembarangan,
melainkan memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:
Memiliki pengalaman dalam bidang jaringan komputer, khususnya pengalaman
dalam melakukan instalasi jaringan
Sehat secara fisik, dalam artian tidak memiliki catat fisik yang tidak dapat
memenuhi persyaratan dalam proses instalasi jaringan.
Sehat secara mental dan jiwa.
Dalam menentukan jumlah anggota tim yang efisien sesuai dalam melakukan
instalasi jaringan harus memperhatikan beberapa faktor sebagai berikut:
Luas lokasi instalasi
Kapasitas user jaringan yang diperlukan
Besar biaya yang akan dikeluarkan untuk proses penginstalan jaringan
Sebelum melakukan instalasi, ada beberapa hal yang harus dilakukan tim instalasi.
Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut:
Menjaga konsentrasi pada saat instalasi dengan makan makanan yang cukup
Menggunakan perlengkapan pelindung badan
Memeriksa daya guna alat-alat konstruksi dengan seksama.
Penempatan Server
Ruangan yang digunakan untuk menyimpan atau menempatkan server sebaiknya
dipasangi pendingin udara (AC). Selain itu, server sebaiknya diletakkan di tempat
yang aman, dan tidak mudah dijangkau oleh orang yang tidak memiliki hak atau
mengerti tentang jaringan.
Switch atau Hub sebaiknya diletakkan dekat Server, bahkan jika mungkin dibuatkan
rak agar rapi. Modem harus disimpan berdekatan dengan server dan jalur telepon.
Berikut ini adalah komponen yang harus berada di ruangan server:
Komputer Server
Switch atau Hub
Modem ADSL atau Modem DialUp
Jalur Telepon
Komputer untuk memantau aktivitas jaringan
Printer
Scanner jika diperlukan
Penempatan Workstation
Pengaturan komputer yang digunakan sebagai workstation atau client tidak terlalu
ketat seperti halnya penempatan server. Komputer workstation dapat diletakkan
sesuai dengan kebutuhannya.
Pengkabelan
Sebelum melakukan instalasi atau pemasangan kabel, dilakukan pemeriksaan
terhadap kabel yang akan dipasang. Pemeriksaan ini dilakukan baik untuk kabel urus
maupun kabel UTP. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kabel yang tidak dapat
digunakan (mis: karena isinya terputus).
Setelah kabel dipasang, gunakan pipa penutup agar rapi. Pemberian tanda pada
kabel sebaiknya diterapkan agar memudahkan pengawasan ataupun perbaikan jika
terjadi suatu kerusakan.
Setelah komputer diletakkan di masing-masing lokasi, maka langkah selanjutnya
adalah menarik kabel, memasang kartu jaringan, memasang konektor RJ45, dan
sebagainya.
Untuk memasang kabel, harus berangkat dari ruangan server. Dengan kata lain,
semua ujung kabel diratakan di ruangan server dekat dengan Hub. Misalkan
memasang dan menarik kabel untuk 20 unit PC dan sisanya untuk server dan
workstation di ruangan server. Tarik satu per satu kabel dan sesuaikan dengan
keinginan, dengan perincian sebagai berikut:
Panjang kabel UTP dari Hub ke Server maksimal 8 meter
Panjang kabel UTP dari Hub ke Workstation di ruangan server maksimal 12 meter
Panjang kabel UTP dari Hub ke Workstation di ruangan lainnya maksimal 100
meter.
Pemasangan Konektor
Dapat diketahui bahwa sistem pengkabelan di Indonesia
belum terdesain dengan baik, hal ini terbukti karena kabelkabel
jaringan yang terinstal tidak berada dalam suatu dinding
atau tembok dan berkeliaran bebas hingga dapat
mengganggu aktivitas harian.
Seseorang yang ingin memasang konektor harus mengetahui susunan kabel yang
akan dipasang. Asal sama ujung ke ujung bisa saja, akan tetapi cara ini tidak tepat.
Harus diperhatikan warna-warnanya. Untuk lebih jelasnya ikuti langkah-langkah
berikut ini:
Potong kabel UTP dan kupas bagian luarnya dengan menggunakan tang
pemotong.
Susun urutan warna sesuai dengan ketentuan berikut.
Untuk kabel straight through, maka posisi warnanya untuk satu konektor ke
konektor lain ditampilkan pada tabel berikut:
Putih Orange Putih Orange
Orange Orange
Putih Hijau Putih Hijau
Biru Biru
Putih Biru Putih Biru
Hijau Hijau
Putih Coklat Putih Coklat
Coklat Coklat
Untuk kabel cross, maka posisi warnanya untuk satu konektor ke konektor
lain ditampilkan pada tabel berikut:
Putih Orange Putih Hijau
Orange Hijau
Putih Hijau Putih Orange
Biru Biru
Putih Biru Putih Biru
Hijau Orange
Putih Coklat Putih Coklat
Coklat Coklat
Siapkan konektor RJ-45 dan masukkan kabel. Setiap ujung konektor posisinya
harus sama. Selain itu, bagian luar atau pembungkus kabel harus tejenpit agar
kokoh dan tidak goyang.
Setelah kabel masuk dan rata sampai ujung konektor, masukkan konektor dan
jepit dengan tang clipper.
Lakukan dengan hati-hati agar tidak ada konektor yang meleset.
Lakukan hal yang sama untuk ujung kabel. Ingat ketentuan warnanya.
Jika ingin melakukan instalasi kabel pada dinding, soket RJ-45
dapat ditanamkan pada dinding kayu, plester, maupun beton
Gambar 2.17. Pemasangan Konektor
Pemasangan kartu jaringan
Pada modul ini akan dicontohkan pemasangan kartu jaringan ke dalam salah satu
soket PCI di komputer. Ikuti langkah-langkah berikut:
Buka casing komputer, baik untuk Server maupun untuk workstation
Setelah casing terbuka, pasang (tancapkan) kartu jaringan ke soket atau slot PCI
di komputer.
Pasang mur di bagian atas sehingga kartu jaringan kokoh dan tidak goyang.
Setelah selesai tutup casing dan rapikan letak komputer yang sudah dipasang
kartu jaringan
Tancapkan kabel yang telah dipasang konektor RJ45 ke port di Hub dan di
komputer.
Dalam membangun jaringan ini sebaiknya melibatkan ahli teknik atau bangunan.
Perhatikan pula fakotr petir di lingkungan tersebut, Dan sebaiknya memasang
grounding di komputer server.
Pemasangan VDSL
Memasang VDSL pada dasarnya sama seperti memasang Hub atau Switch, sehingga
tidak begitu sulit. Akan tetapi dalam memasang VDSL diperlukan dua jenis kabel,
yakni kabel telepon (RJ11) dan kabel UTP (RJ45).
Ikuti langkah-langkah berikut untuk memasang VDSL master maupun client.
Pastikan ruang server telah ada. Hal ini disebabkan semua VDSL harus dipasang
di ruangan pusat.
Pasang kabel telepon yang menghubungkan 2 gedung atau lebih
Setelah kabel terpasang, pastikan master VDSL dipasang di ruang Server
sedangkan yang satunya lagi dipasang di ruang Client atau Workstation yang ada
di gedung lain.
Pasang kabel telepon dari port yang tersedia. Gunakan konektor RJ11 atau dapat
pula menggunakan kabel yang biasanya digunakan untuk telepon, baik untuk
master VDSL maupun Client.
Pasang konektor UTP. Baik pada master VDSL, mapun pada client.
Tancapkan kabel telepon ke port line pada master VDSL.
Tancapkan kabel UTP yang sudah dibuat pada master VDSL, dan satunya lagi
tancapkan pada Hub atau Switch.
Lakukan hal yang sama untuk VDSL client.
Tancapkan kabel power pada port yang tersedia, baik untuk master VDSL, mapun
untuk client.
Jika dilihat dari penjelasan yang telah diberikan sebelumnya, VDSL harus sepasang
dan tidak dapat berdiri sendir (master VDSL dan client). Keduanya dihubungkan
dengan kabel telepon. Sementara itu master VDSL dihubungkan ke Sitwch utama,
dan VDSL client dihubungkan ke switch untuk didistribusikan ke komputer yang akan
dihubungkan dalam jaringan.
Tahapan selanjutnya adalah melakukan pengaturan VDSL. Biasanya terdapat CD
instalasi yang harus dilakukan pada komputer sever maupun komputer client. Ikuti
tahapan-tahapan yang ada di dalamnya.
maaf untuk gambar belum bisa di tampilkan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar